Sabtu, 14 Februari 2015

Musafir-Perantau #lifeguide in Surabaya



*spoiler: karena kampus saya adalah di UNAIR Kampus B, harap maklum kalau saya sering melihat jarak dari lokasi awal UNAIR Kampus B.

Sebenernya sejak dulu saya pengen banget kuliah di Jakarta, tapi kendala saya pas S1 dulu izin orang tua sih. Orang tua saya nggak ridho saya berkuliah di Jakarta. Akhirnya, step awal yang saya lakukan sebelum tinggal di Kota terbesar di Indonesia adalah: tinggal di kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya.

Setelah diterima menjadi mahasiswa Universitas Airlangga, pertama-tama yang saya lakukan adalah mencari tempat tinggal aka kos-kosan. Masalah kosan nih, saya orangnya bukan pemilih sebenernya, tapi saya mempunyai kriteria sendiri untuk kosan, berikut #tipsnya:

  1. Jauh dari keramaian, biar bisa fokus belajarnya
  2. Kalau perlu tempatnya searah sama kampus, nggak perlu nyebrang (soalnya saya bego nyebrang)
  3. Bersih, nggak jorok
  4. Teduh, banyak pohon minimal. soalnya surabaya panas banget, perlu lihat hijau-hijau biar adem dikit.
  5. Surabaya kan kriminalnya terkenal tuh, maka penting sekali nyari kos yang aman
  6. Yang terjangkau makanan dan minimarket
  7. Yang terjangkau toko stationery dan fotokopian
Kosan saya di Surabaya yang pertama dan 3 bulan sebelum ke Jakarta (4 tahun lebih) ada di dalam Kampus UNAIR Kampus B, dulu saya dicarikan kos oleh temen saya. Agak horor sih sepi soalnya, tapi berhubung saya mencari ketenangan, maka saya mau ngekos disitu. Sebulan setelah kos, sepeda motor saya dikirim dari Banyuwangi ke Surabaya. Jadi, saya tambah tidak perlu memusingkan tempat kos yang agak jauh dari warung, minimarket, atau tempat fotokopi itu.

Kos-kosan favorit selain di Perumahan dosen kalau anak UNAIR Kampus B sih disekitaran Gubeng Airlangga, Gubeng Kertajaya, Srikana, Jojoran, dan Karang Menur. Kalau mau kos harian di sekitar UNAIR buat yang ke Surabaya cuma buat daftar ulang atau jalan-jalan, ada di sekitar Lapangan Hoki depan RSUD Soetomo. Udah cari aja di gang-gang situ pasti ada. Tapi, harus ekstra hati-hati ya kalau menginap di Kos harian disekitar RSUD Soetomo, soalnya kebanyakan yang menginap disana juga ada orang yang lagi rawat jalan. #tipsnya, kalau menginap di kos harian yang ada orang sakit, pilih lantai atas, soalnya jarang banget ada orang sakit mau naik-turun tangga, murah, aman, nyaman. 

#Tips ngirim kendaraaan tujuan Surabaya: pakai Herona Express, biasanya ada di setiap stasiun kereta. Biar pasti ada, cari stasiun kereta terbesar di kotamu. Nanti sepedanya dikirim, kunci dan STNK dikasihin sebagai bukti kendaraan itu milik kamu. Ohya, waktu sepeda mau dikirim, jangan ngisi bensin banyak-banyak karena waktu dinaikin kereta nanti tangki bensin harus dalam keadaan kosong.  Mubadzir kan kalau udah ngisi trus harus dikosongin... tarif pengiriman terakhir saya dulu waktu mulangin sepeda ke Banyuwangi (kira-kira sama biayanya kayak dari Banyuwangi ke Surabaya) bulan September 2014 adalah 450rb sekalian bungkus motornya, dikasih kardus biar ga lecet gitu. Kalau kalian kuliahnya di UNAIR Kampus A atau B, nanti minta turunin kendaraan di Stasiun Surabaya Gubeng aja, kantor herona tepat di samping pintu masuk Gubeng lama (deket Hanamasa). Jangan lupa buat tanya jam nyampe kendaraan di Surabaya, karena kalian nanti harus ambil sendiri sepedanya (bisa dianter ke rumah/ kos Surabaya, tapi saya belum paham berapa tarifnya), kalau kelamaan ngambil biasanya motor dibawa ke kantor Herono di Jalan Karet. Jalan Karet jauh dari UNAIR Kampus B, jadi mending pastiin buat diturunin di Stasiun Surabaya Gubeng aja.

Surabaya itu kota Mall, katanya. Mall di Surabaya masih kalah banyak dari Jakarta tapi lebih banyak dari mall di kota lain selain Jakarta. Berikut beberapa mall yang sudah pernah saya kunjungi di Surabaya:

  1. Delta Plaza atau Surabaya Plaza. Mall ini dekat dari UNAIR Kampus B dan Stasiun Surabaya Gubeng, barang-barang yang dijual nggak mahal, makanan juga udah mulai lumayan lengkap. J.co, Solaria, Suteki, ada. Kalau bioskopnya, terakhir kesana Januari 2015 masih 21. Favorit: Solaria disini lebih enak dibanding yang lain, dan Toko Gunung Agung.

  1. Grand City Mall. Mall terdekat kedua dari UNAIR Kampus B, dan terdekat pertama dari Stasiun Surabaya Gubeng. Barang-barang yang dijual udah mulai branded. Charles and Keith, Colorbox, macem-macem toko alat olahraga, semua ada disini. Bioskopnya udah XXI, bagus dan recommended buat nonton kalau dibandingkan dengan XXI Tunjungan Plaza. Favorit: colorbox, magnolia karena disini koleksinya lebih lengkap.
  1. Tunjungan Plaza 1234 dan 5 (soon). Mall ini adalah mall kebanggan kota Surabaya, sudah terkenal sejak dulu. Barang-barang yang dijual... hampir semua ada, dari kaos kaki 10ribu dapet 3 sampai merk-merk terkenal kayak Charles and Keith, VS, dll. Trus departemen storenya ada Matahari dan Sogo. Jadi nggak usah tergantung budget kalau ke TP, berapapun budget, ada yang bisa dibeli. Favorit: Dapur Penang, XXI, Cincau Station
  1. PTC Pakuwon City. Kalau ini mall nya deket Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Isinya kebanyakan kebutuhan rumah tangga sih, soalnya disana deket sama perumahannya Pakuwon, tapi yang recommended disini adalah bioskopnya. Terakhir nonton, Desember 2014, tiket weekday XXI hanya 10ribu dan tiket weekend XXI 35ribu! Untuk ukuran XXI lumayan lho~ worth it banget lah. Favorit: XXI, Peco-peco
  1. Galaxy Mall. XXI nya bagus tapi harga normal, barangnya branded semua. Departemen store-nya Centro. Saya suka kesana karena toko buku impornya, Periplus, lebih gede daripada yang di TP. Favorit: Periplus
  1. ITC. Ini bukan mall sih, semacem pusat grosir, yah kaya ITC kebanyakan gitu. Kalau disini udah pasti harga barangnya lebih murah karena nggak ada yang ber-merk. Favorit: lapak penjual jilbab di lantai paling bawah (UG kalau nggak salah).
  1. Pasar Atom. Pasarnya orang Cina, dari yang jualan, yang beli, dan pengelola kebanyakan orang Cina. Bisa disebut semacam Chinatown-nya Surabaya ya, disini kebanyakan juga menjual barang grosiran. Paling banyak yang jualan kain-kain, garmen, dan snack-snack impor Cina. Favorit: Depot Bu Rudy di foodcourt. Dan satu toko baju impor Hongkong-Jepang yang bagus banget nggak ada di tempat lain, tapi saya lupa lantai berapa.
  1. Lenmarc mall. Yang ini mallnya sungguh jauh dari UNAIR Kampus B, letaknya di Tandes kalau nggak salah. Deket dengan UNESA yang Kampus Lidah Kulon. Barang-barang yang dijual kebanyakan bermerk dan kebutuhan rumah tangga.  Di dalem mall juga ada showroom mobil-mobil terkenal semacam Porsche, Jaguar, dll. XXI disini juga murah, 10ribu weekday dan 35ribu weekend. Favorit: The Little Things She Needs, karena disini biasanya lebih murah.
  1. SPI, kalau nggak salah kepanjangannya Supermall Pakuwon Indah. Kalau disini barangnya kebanyakan kebutuhan sehari-hari aja, karena letaknya di sekitar apartemen dan perumahan Pakuwon. Tahun 2012 waktu saya ke SPI, disini masih ada orang jual DVD, VCD, Majalah, poster Korea-Korea gitu. Jadi buat yang hobi Korea, bisa lah kesini, kali aja menemukan harta karun Korea kesukaan kalian. SPI juga tempat pertama saya mencoba masakan Korea, setelah makan makanan Korea ini, saya memutuskan untuk tidak makan makanan Korea lagi. Bukan karena restorannya nggak enak, tapi... lidah saya yang tidak mendukung. haha. Favorit: butik-butiknya. Bajunya cute.
  1. Royal Plaza. Kalau kamu kesini, siap-siap dipanggil AGR alias Anak Gaul Royal. Barang-barang disini murah, butik banyak, toko-toko aksesoris juga banyak, matahari juga ada. Masalahnya satu, karena lokasinya di Jalan Ahmad Yani, dekat dengan Sidoarjo dan Mojokerto, serta dekat kampus UNESA dan YARSI, mall ini SELALU ramai. AGR di atas sendiri merupakan kata sindiran karena ‘gaul’ di Royal Plaza itu yang dimaksud adalah ‘gaul’nya orang [...] silahkan ditebak sendiri ya ^^ Favorit: toko-toko penjual aksesoris etnik.
  1. Mall sisanya adalah mall yang unfortunately tidak pernah saya kunjungi selama 4 tahun saya di Surabaya:  Ciputra World (Ciworld) dan City of Tomorrow (Cito). Ciworld sih gosipnya bagus, disana juga ada eskalator terpanjang di Asia Tenggara (ASEAN), tapi saya nggak bisa ngasih review karena belum pernah kesana. Kalau Cito saya sering ngelewatin karena ini merupakan mall pertama yang dilewatin kalau mau masuk ke Surabaya dari selatan (Sidoarjo, Mojokerto), baik naik mobil pribadi atau kereta, kita bisa melihat Cito dengan jelas. Mall Cito juga bersebelahan dengan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Apalagi yaa Surabaya... wisata? Di Surabaya wisatanya terbatas sih ya, soalnya Kota besar. Tapi ada beberapa wisata yang menarik yang patut dikunjungi kalau kalian mampir atau tinggal di Surabaya.

  1. Tugu Pahlawan. Icon Surabaya, bentuknya macem monas gitu, kalau minggu pagi disini ada pasar pagi, isinya barang-barang vintage dengan harga miring.
  2. Monkasel aka Monumen Kapal Selam, samping Delta Plaza.
  3. Masjid Muhammad Cengho.
  4. Kenjeran Park.
  5. Berbagai taman di Surabaya: Taman Bungkul, Taman Lansia, Taman Ekspresi, Taman Pelangi, Taman Buah, dan Taman lainnya~
  6. Wisata Mangrove, di Rungkut kalau tidak salah.
  7. Jembatan Suramadu. Sebrangin aja biar tahu sensasinya naik jembatan di atas laut. Tarif tolnya motor 3ribu, mobil 30ribu, kalau pulang pergi tinggal kali 2.
  8. Di balai pemuda pada hari-hari tertentu diadakan trip naik Surabaya Heritage Track, Agustus 2014 dulu dengan tiket 3 ribu bisa keliling Surabaya sesuai dengan track yang lagi dipromosikan. Tour guide-nya adalah finalis Cak Ning Surabaya. Cek website aja biar lebih jelas website
  9. House of Sampoerna. Disini ada museum Sampoerna serta ada bus yang keliling Surabaya juga. Kalian bisa reservasi by phone atau email, tiketnya seingat saya gratis, kalaupun bayar nggak akan lebih dari 5000. website
  10. Ada tambahan, rek? Saya lupa *grin*
Wisata udah, pasangannya wisata... waktunya KULINER! Masalah kuliner, serahkan pada saya yang picky eater ini, Insyaallah makanan yang masuk mulut saya adalah hanya makanan enak berkualitas. Hehe. Ohya, yang saya masukin sini hanya kuliner lokal ya, trus kalau mau lebih lengkapnya mending googling nyari  di blog/ artikel lain, soalnya kalau ditulis disini bakal kebanyakan. Check this out:

  1. Sentra kuliner di Walikota Mustajab. Disini ada sate kelapa Ondomohen yang terkenal itu, ada ayam bakar wong solo, trus berbagai makanan khas Surabaya. Lokasinya yang teduh juga menarik.
  2. Soto Ayam Lamongan Cak Har MERR. Soto ayam dengan free: telor muda, kubis, koya, dan balungan. Makan disini dengan uang 15ribu dijamin kenyang-sekenyang kenyangnya. #Tips beli disini: 1) seporsi soto ayam sangat banyak, kalau cewek beli setengah porsi aja udah cukup, 2) jangan terlalu banyak mencampur koya di soto, dapat mengakibatkan soto berubah jadi bubur. Hahaa, 3) es tehnya seger enak, patut dicoba. Parkir luas, asal belinya di cabang MERR. 4) bisa pilih daging bagian mana yang mau dimakan (dada/ paha), kalau nggak suka kulit bilang aja.
  3. Spesial Sambal. SS mah dimana-mana enak ya, untuk menunya sama aja dengan cabang SS yang lain. Untuk lokasi sekitaran pengadilan negeri Surabaya, alamat tepatnya  di Jl. Arjuna Raya, Gang Merapi No. 12-14, Sawahan, Indonesia. 
  4. Pecel Ponorogo depan UNAIR Kampus B. Ya pecel gitu aja sih, tapi kalau disini bumbunya enak, sedap dan pilihan lauknya banyak. Letaknya persis di samping kanan pintu masuk UNAIR Kampus B, bukanya jam 6.30 sampai habis, sekitar pukul 11 siang. Alternatif pecel lain ada di Jalan Srikana, tinggal lurus aja ngikutin jalan terus sampai belok kanan, nanti lihat kiri jalan ada warung pecel Mbak Lin. waktu bukanya juga sampai sing.
  5. Depot Madiun Bu Rudy. Saking senangnya saya sama sambal Bu Rudy, saya sempat jualan sambal Bu Rudy secara online lho. Depot ini favorit artis-artis Jakarta juga, lokasi depot Bu Rudy setahu saya ada 4; di Jalan Anjasmoro, di Jalan Darmahusada (pusat), di daerah Klampis, dan di Pasar Atom. Tapi, kalau mau beli oleh-oleh sih saya sarankan di Depot  Bu Rudy jalan Darmahusada aja, kalau mau makan di Jalan Anjasmoro lebih nyaman, kalau  pas lagi di pasar Atom bisa mampir di foodcourt (saya lupa ada oleh-olehnya apa nggak), kalau yang Depot Bu Rudy daerah Klampis saya belum pernah kesana hehe. #Tips beli di Depot Bu Rudy (Jalan Darmahusada), 1) beli pagi lebih nyaman karena belum ramai, jam 7 udah buka, 2) paling enak sambal bawang, 3) kalau beli banyak minta dikardusin aja, gratis, 4) makanan paling recommended nasi udah khas Bu Rudy.
  6. Bubur Ayam Mang Dudung. Lokasinya di Jalan Kedungdoro. Kalau kalian dari Jalan Embong Malang, ntar lampu merah pertama belok kiri, lihat kiri jalan, ada orang jualan bubur yang RAME itulah Mang Dudung. #tips: kesana sebelum jam 12 malam untuk menghindari antrian panjang. kalau rasa, ya standar bubur ayam sih menurut saya. sorry, mang Dudung, I'm not a big fan of bubur ayam ^^
  7. Choie Dimsum Suki depan Soto Cak Har MERR. Suki nya enaak, dimsumnya jugaa~ lokasinya lumayan strategis dengan 2 lantai. #tips: kalau anginnya lagi banter jangan duduk di lantai 2, bikin masuk angin hahaha
  8. Pempek Tjek Entis. Deket Bilka di Jalan Ngagel Jaya Selatan.
  9. Ayam Bebek Kampus, di Jalan Srikana. Murah meriah harga anak kos, tapi rasanya mantaaaap!
  10. Penyetan Cak Bondet. Lokasinya di deket gang masuk Gubeng Airlangga V, depan bengkel, bukanya malem setelah magrib. favorit saya sih justru tempenya, lebih enak  dibanding tempe penyetan lainnya. selain tempe, ayamnya juga enak, dan yang paling penting, sambelnya sedap.
  11. Depot Pak Bas. Disini kebanyakan makanannya oriental dengan harga miring, #tipsnya kalau beli disini jangan sendiri, seporsinya buat 3 orang cukup, jadi enakan rame-rame. Lokasinya ada di Jalan Kertajaya, cari aja POM Bensin Kertajaya, susurin jalan Kertajaya, POM bensinnya cuma satu kok, nah Depotnya ntar ada di jalan masuk sebelum POM bensin. Dari jalan raya langsung keliihatan.
  12. Depot Slamet. Menunya juga kebanyakan oriental, seporsi makan buat berbanyak, jadi mending kesini rame-rame juga. Lokasinya ada di pojokan jalan Darmawangsa deket Masjid Jenderal Sudirman, sebrangan ama RSUD Soetomo.
  13. Wapo. Konsepnya kayak resto, tapi kalau makan berbanyak jatuhnya murah soalnya porsinya banyak. Makanannya dari western sampai oriental semua ada. Lokasi di dekat UNAIR Kampus B, pojokan jalan Airlangga, makanya namanya Wapo, singkatan dari Warung Pojok.
  14. Lontong Balap Pak Gendut, kalau yang suka makanan lokal, bisa di Lontong Balap ini. Sebenernya kalau nggak salah warung aslinya ada di Jalan Tidar, tapi ada buka cabang juga di Jl. Dr. Moestopo sebelum Kampus A UNAIR. #tipsnya mending beli di cabang Moestopo aja soalnya lebih nyaman tempatnya.
Info kos udah, Wisata udah, Mall udah, Kuliner juga udah, saya jadi bingung mau nulis apa lagi. Sementara sekian dulu aja ya, nanti kalau ada yang ditanyakan silahkan  komen di bawah aja, Insyaallah dijawab secepatnya. Enjoy Surabaya!